Welcome

Sabtu, 11 Februari 2012

TWO MOUNTAINS: Jabal Sinai & Jabal Lawz

Semenanjung Sinai, Mesir
Menyambung Tulisan saya yang kemaren tentang dua menara, kali ini saya ketengahkan kisah dua gunung/bukit yang masing-masing ditafsirkan oleh orang-orang yang percaya bahwa gunung/bukit tersebut adalah bukit Thursina, tempat Musa as. menerima wahyu dan tempat bani Israel berkumpul setelah keluar dari Mesir, negeri para Pharaoh.  Kita mulai dengan awal surat Attiin. Bismillahirrohmanirrohiim ...


Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Dan demi bukit Sina. Dan demi kota yang aman ini. (QS 95:1-3)

Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah SWT. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.
 

Pohon dan Buah Tiin

Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut. Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu?


Nama-nama di atas yang disebut oleh surah Attin ayat 1-3, adalah nama-nama yang di antaranya masih diperdebatkan. Di antara yang diperdebatkan itu adalah buah tin, zaitun, dan Thursina. Sementara itu, mengenai kata al-Balad al-Amin (negeri yang aman), para ulama sepakat bahwa negeri itu adalah Makkah.

Pohon Zaitun
 Sejumlah pendapat, sebagian besar menyatakan bahwa Thursina mengarah kepada sekitar Baitul Maqdis di Palestina. Namun, ada pula yang mengaitkan surah Attin ayat 1-3 itu menunjukkan tiga tempat berbeda.
Kata Wa at-Tin wa az-Zaitun dirujuk pada Palestina yang daerah ini dikenal dengan pohon tin dan zaitun yang sangat banyak. Tempat ini merupakan tempat Nabi Isa AS ditugaskan sebagai rasul dalam menyebarkan agama tauhid (Nasrani).

Bukit Zaitun Palestina
Sedangkan, mengenai kata wa Thuuri Siniin (demi Bukit Thursina), sebagian penafsir merujuk pada Nabi Musa AS yang menyebarkan perintah Allah di Mesir yang berawal dari gunung Thursina, untuk melawan Firaun dan membela Bani Israil.
Dan, mengenai kalimat wa haadza al-Balad al-Amiin (dan demi kota/negeri yang aman ini), para ulama menyepakati bahwa negeri tersebut adalah Makkah.
Dari ketiga daerah dan kota yang disebutkan para mufassir itu, mereka memaknai bahwa yang dimaksud dalam surah Attin (ayat 1-3) itu adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama Samawi, yaitu agama Yahudi (Thursina), Islam (Makkah), dan Nasrani (Palestina) yang hakikatnya berasal dari Tuhan yang sama.
Jadi, para mufassir dalam memaknai surah Attin ayat 1-3 itu terkait dengan penciptaan Allah SWT atas diri manusia sebagaimana ayat berikutnya. ”Allah bersumpah dengan menyebut tiga tempat lahirnya agama-agama Samawi dalam rangka menguraikan fitrah kesucian manusia,” jelas Sayyid Quthb.

Pendapat Lain
Namun demikian, pendapat lain menyatakan, Attin adalah nama Masjid Ashabul Kahfi. Menurut Ibnu Abbas, seorang penafsir besar, Attin adalah masjid yang letaknya berada di Damsyiq (Dimasyq).
Berbeda dengan Ibnu Abbas, Al-Qusimi memahami Attin dalam surah ini adalah tempat Buddha memperoleh jalan keabadian di bawah pohon Attin. Para penganut agama Buddha menamakan pohon tersebut dengan pohon bodhi atau fices religiosa (pohon ara suci) yang terdapat di Bihar.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Attin adalah bukit tempat berlabuhnya perahu yang membawa Nabi Nuh AS bersama orang-orang yang beriman atau tempat Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu Ilahi.
Seperti diketahui, Nabi Ibrahim AS adalah bapak nabi-nabi (Abul Anbiya’) serta pengumandang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mengisyaratkan bahwa keyakinan akan keesaan Allah haruslah menjadi pangkalan tempat bertolak dan pelabuhan tempat berlayar. 

Bukit Sinai di semenanjung sinai Mesir

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, pendapat pertama yang mengatakan Thursina berada di wilayah Mesir sangat lemah. Sebab, perkataan itu hanya mengandung kekeliruan pemahaman yang diidentikkan dengan kata ‘Sinai’.
”Siapa yang bisa memastikan bahwa yang dimaksud Allah SWT dengan Thursina itu adalah Sinai, Mesir? Sekiranya memang benar demikian, tentunya Allah SWT tidak mengatakan Siniin jika maksudnya Sinai.



 Dimanakah Letak Bukit Thursina?

Ron Wyatt seorang ahli sejarah meng klaim bahwa dia menemukan lokasi penyeberangan Musa dan kaumnya yang kita kenal dengan peristiwa terbelahnya lautan. Dia berpendapat bahwa lokasi penyeberangan berawal di pantai Nuweiba (semenanjung sinai) dan berakhir di perbatasan antara yordania dan arab saudi sekarang. Kalau pendapat Ron ini benar, berarti gunung sinai yang disebutkan dalam bibel maupun Quran bukan terletak di semenanjung sinai mesir, tetapi terletak di daerah saudi arabia sekarang.
Rute perjalanan eksodus bani israel dari Mesir menurut Ron
 Memang kemungkinan gunung Sinai terletak di semenanjung Sinai agak dipertanyakan karena di masa itu semenanjung Sinai juga termasuk daerah kekuasaan mesir dibawah Firaun. oleh karena itu lebih besar kemungkinan gunung Sinai terletak di daerah Madyan atau yang sekarang termasuk daerah arab saudi. Dan juga sesuai dengan kisah bahwa setelah menyeberang, bani israel bertemu dengan kaum penyembah berhala yang notabene adalah penduduk madyan kala itu.

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)." Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)."      (QS 7:138)



Menurut Ron  lokasi tempat awal penyeberangan (Nuweiba) seperti yang ditunjukkan dibawah ini



Jadi Musa dan kaumnya keluar dari celah/lembah antara bukit yang bernama  Wadi Watir, dan langsung berhadapan dengan laut merah teluk aqaba (antar semenanjung sinai dan arab). Mengapa Musa tidak bergerak ke kanan atau kekiri (selatan atau utara) untuk menghidari lautan? Jawabannya menurut Ron adalah disebelah selatan terhalang bukit yang curam yang langsung berbatasan dengan laut dan sebelah utara terdapat salah satu benteng atau pos penjagaan tentara mesir. itulah mengapa satu2nya jalan adalah ke depan, yaitu melewati lautan dengan membelahnya. Karena tidak ada waktu untuk membuat kapal disebabkan Firaun dan tentaranya sudah tampak menyusul mereka dikejauhan.
 
Celah menuju pantai Nuweiba tempat penyeberangan

benteng pos penjagaan tentara Firaun. Banyak pos-pos seperti ini didaerah perbatasan mesir saat itu.
"Dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga"(QS 7:56)




Ron juga mengklaim bahwa dia bersama timnya telah menemukan sisa-sisa kendaraan (kereta) Firaun dan pasukannya didasar laut merah yang dia maksud.

Roda kereta perang tentara firaun
As roda kereta bangsa Mesir
 Ditambahkan juga, bahwa di pantai Nuweiba dan pantai Arab ditemukan sebuah pilar/tiang yang serupa bergaya Phoenicia. Ron mempercayai bahwa kedua tiang itu dipancangkan oleh nabi Sulaiman dalam rangka memperingati kejadian terbelahnya laut merah.
                                                                      
Pilar yang ditemukan di pantai Nuweiba
Pilar yang ditemukan dipantai arab

Yang mengejutkan adalah mapping dari dasar laut merah tempat Musa dan kaumnya menyeberang. Dari image digital komputer terlihat bahwa tempat penyeberangan seperti "jembatan" dimana sisi-sisi kanan dan kirinya terlihat lebih dalam. sebelah kiri/utara berkedalaman 3000 kaki dan sebelah kanan/selatan berkedalaman hampir 5000 kaki. dasar laut tempat menyeberang  (jembatan) itu sendiri lebarnya sekitar 7 sampai 10 mil. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Sedangkan jarak antara pantai Nuweiba ke arab diperkirakan sekitar 17 km.




Jadi menurut Ron, Musa membawa kaumnya menuju Arab dan penyelidikannya (sebenarnya penduduk lokal sudah mengetahui) menemukan bahwa yang sekarang dikenal dengan nama Jabal Lawz lah yang dimaksud dalam kitab-kitab sebagai bukit Thursina.

Jabal Lawz Arab Saudi

Begitu banyak bukti yang ditemukan disekitar bukit ini yang bersesuaian dengan yang tertulus di bible maupun Quran. diantaranya adalah puncak gunung yang menghitam, batu yang dipukul Musa dengan tongkatnya, bahkan satu pohon zaitun yang disebutkan terletak di lembah suci Tuwa pun ditemukan. Apakah itu Pohon yang sama? Wallahu alam. Dan yang menarik adalah ditemukannya lukisan Petrogliph yang menggambarkan Lembu disebuah dinding batu disekitar daerah bukit ini.

  Satu Pohon Zaitun
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam (QS 28:30)
dan pohon kayu keluar dari Thursina, yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. (QS 23:20)


 Batu yang dibelah Musa untuk menyediakan air minum bagi kaumnya
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!." Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu." Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. (QS 7:160)


 Blue Print patung sapi Samiri?
kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka patung anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa." (QS 20:88)


A = Saudi Guard House
B = Altar with Petroglyphs
C = Remains of 12 Pillars
D = Large Altar at the foot of Mt. Sinai
e = Red Lines mark Wells
e = Aqua Lines mark Stone Fence
 
Anda juga dapat melihat Jabal Lawz (Thursina) di Google Earth
28.5851° Latitude
35.3534° Longitude


Benarkah Bukit Thursina adalah Jabal Lawz di Arab Saudi dan bukan gunung Sinai di Mesir? Sebenarnya penduduk Lokal (suku badui) di sekitar Jabal Lawz dan Tabuk sudah menyebutnya Jabal Musa, dan kemungkinan besar pemerintah Arab Saudi pun telah lama mengetahuinya. Mungkin untuk menghindari silang pendapat dengan Mesir, pemerintah Saudi tidak terlalu memberitakannya. Dan perlu dicatat bahwa sebagian besar umat Yahudi dan Nasrani tidak setuju dengan teori bahwa gunung Thursina itu lokasinya di Arab Saudi. Israel mengklaim bahwa Thursina berada di Palestina, sedangkan kaum Nasrani banyak yang berpendapat bahwa Thursina berada di Mesir, yaitu gunung Sinai.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar